Berita
Mamasa – Politeknik Pariwisata Makassar menyelenggarakan Seminar Laporan Antara Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Objek Wisata (RIPOW) Kabupaten Mamasa sebagai bagian dari upaya perencanaan pengembangan pariwisata daerah yang terarah dan berkelanjutan.
Dalam seminar tersebut dipaparkan penyusunan RIPOW untuk tiga objek wisata prioritas, yaitu Desa Tondok Bakaru, Buntu Kepa (Desa Taupe), Air Terjun Liawan (Desa Tadisi). Ketiga objek wisata ini dinilai memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan secara terpadu sebagai destinasi wisata alam dan budaya di Kabupaten Mamasa.
Seminar laporan antara ini bertujuan untuk menyampaikan hasil sementara penyusunan dokumen perencanaan serta menjaring masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perangkat desa, akademisi, dan pelaku pariwisata. Masukan tersebut menjadi bahan penyempurnaan dokumen RIPOW sebelum ditetapkan sebagai pedoman pembangunan objek wisata.
Tim penyusun dari Politeknik Pariwisata Makassar memaparkan hasil kajian potensi daya tarik wisata, aksesibilitas, amenitas, penataan ruang, serta strategi pengembangan dan rencana aksi untuk masing-masing objek wisata. Seluruh perencanaan disusun dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengembangan Desa Tondok Bakaru, Buntu Kepa (Desa Taupe), Air Terjun Liawan (Desa Tadisi) dapat dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mamasa.